“Ini amanah agar bisa disampaikan kepada masyarakat. Kita berharap semoga tidak ada bencana. Tetapi kita tetap harus waspada, sigap dan cepat tanggap,” kata dia.
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A), Risdiana Kusumawati mengungkapkan, Sosialisasi Mitigasi Bencana bagi Kader adalah memberikan edukasi seputar bencana yang mengancam di Kota Surabaya.
“Surabaya merupakan daerah rawan bencana, karena secara geografis terletak diantara dua lempengan aktif, yang bisa menimbulkan potensi gempa. Selain itu, Surabaya terletak di dekat laut dengan ketinggian 3-5 meter dari permukaan laut, sehingga bisa mengalami banjir rob dan genangan, terutama saat musim hujan,” ungkap Risdiana.
Pada musim hujan bulan November, Risdiana mengatakan, adanya prediksi curah hujan lebat dan mengalami peningkatan di wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, sehingga perlu adanya peningkatan kewaspadaan. Kemudian, Kota Surabaya juga terancam dengan bencana kebakaran.
“Hal ini disebabkan oleh tingkat kepadatan penduduk yang penyebarannya tidak merata. Sehingga banyak masyarakat yang tinggal di pusat dengan rumah bertingkat dan jalan masuk yang kecil (gang sempit). Ketika terjadi kebakaran, akses mobil kebakaran menjadi terhambat,” kata dia.












