“Jadi, jangan jadikan deviden itu tujuan utama asalkan semua masyarakat Surabaya dapat teraliri air,” kata Wali Kota Eri.
Ketiga, Wali Kota Eri tidak ingin ada warga miskin atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mensubsidi warga kaya. Karenanya, wali kota meminta kepada jajaran direksi yang baru terpilih untuk menghitung kembali tarif yang akan diberlakukan kepada warga. “Pada intinya, saya tidak ingin warga miskin mensubsidi warga kaya,” tegasnya.
Ia juga berharap persaudaraan antara jajaran Direksi PDAM Surya Sembada dengan jajaran Pemkot Surabaya bisa semakin kuat lagi ke depannya. Bahkan, ia berharap tidak ada jarak antara Pemkot Surabaya dengan BUMD-nya. “Karena saya sudah anggap njenengan-njenengan ini sebagai saudara. Kita terbuka saja seperti keluarga, karena kalau tidak terbuka seperti keluarga, susah nanti membesarkan PDAM ini,” ujarnya.
Wali Kota Eri juga meminta mereka bekerja dengan hati karena di PDAM itu tempat paling bagus untuk berbuat amal jariyah. Dengan ilmu dan kompetensi yang dimiliki oleh jajaran direksi baru itu, ia sangat yakin PDAM Surya Sembada akan luar biasa ke depannya. “Selamat bergabung. Silahkan berkreasi dan berinovasi untuk kebaikan PDAM Surya Sembada,” katanya.












