Dikatakan, karena itu DPRD akan mencermati betul anggaran kesehatan termasuk tercukupinya insentif para tenaga kesehatan.
“Juga agenda-agenda pemulihan ekonomi terutama sektor UMKM, penanganan angkatan kerja yang terus bertambah, dan pembangunan infrastuktur serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat,” kata Adi.
Dokumen Rancangan APBD tahun 2022 dimasukkan Pemkot Surabaya ke Kantor DPRD, pekan ini. Setelah pengesahan KUA PPAS APBD 2022 tanggal 7 Oktober lalu.
“Kemudian kami menindaklanjuti dengan menggelar rapat Badan Musyawarah untuk penjadwalan rapat paripurna pertama hingga pengesahan APBD tahun 2022,” kata Adi.
“Berkat sinergi dan kolaboratif antara DPRD Kota Surabaya dengan Wali Kota Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji, dan
jajaran Pemkot, saya yakin APBD 2022 bisa disahkan 10 Nopember. Sehingga agenda-agenda pembangunan Kota Surabaya dapat dijalankan tepat waktu, yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Kota Surabaya,” kata Adi.(hadi)












