Dengan meninggalkan sebuah karya tulis ini kata dia bisa menjadi insipirasi. “Jika hal baik bisa jadi pelajaran untuk orang mengambil hal yang sama,” bebernya.
Tokoh terdahulu jelas Gus Ibin menulis dengan beragam latar belakang. Ada yang menuliskan buah pikiran karena expert di bidang keilmuan tertentu. Misal dalam hal agama yang bersifat akademis.
“Tetapi juga tokoh pejuang aktivis yang bersentuhan dengan kerja sosial banyak biografi yang mendiskripsikan tentang kerja politik, pengalaman. Kebanyakan bukan merupakan pikiran dan gagasan, kebanyakan respon dia sebagai tokoh politik dan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut ujar pria yang juga dosen di UIN Sunan Ampel ini sudah banyak tokoh politik yang sebelumnya menulis memoar. Dan itu bagus buat pelajaran generasi setelahnya.
“Saya berharap tokoh publik apalagi politisi juga menjadikan sebuah tradisi,” lanjutnya.
Soal Arif Fathoni yang menulis buku ‘Dua Tahun Bersama Rakyat’ sebagai bentuk pertanggung jawaban ke publik ini ditafsiri oleh Gus Ibin sebagai makna bahwa open ke publik.












