Ia mengatakan, di dalam posko tersebut akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada mulai dari unsur imigrasi, bea cukai, SAR, TNI, Polri dan juga unsur yang lainnya.
“Saat ini penerbangan di Bandara Juanda yang awalnya diperuntukan untuk pesawat kecil sekarang sudah bisa menampung pesawat berbadan lebar dengan jumlah penumpang sekali angkut yang mencapai lebih dari 400 orang,” katanya.
Pesawat berbadan lebar tersebut, kata dia, salah satunya adalah pesawat yang digunakan untuk mengangkut jamaah umroh yang langsung dari Juanda menuju ke Madinah. “Pesawat pengangkut jamaah umroh ini berangkat 13 kali dalam sepekan,” katanya.












