Dia berjanji, kepastian boleh tidaknya RHU beroperasi pada bulan ramadhan menunggu H-5. Saat ini, lanjut Widodo, Disbudpar akan melihat dan membaca kembali aturan yang selama ini menjadi dasar tidak diperbolehkannya RHU beroperasi setiap bulan puasa.
Sebelumnya, Ketua Komisi D Agustin Poliana mengusulkan karaoke keluarga boleh beroperasi selama Ramadhan. Politisi PDIP ini akan mencari celah di Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya atau kebijakan lain agar operasional karaoke keluarga bisa dibuka selama Ramadhan.
Namun Wakil Ketua DPRD Dharmawan tidak setuju dengan wacana yang dilontarkan Agustin Poliana. Keputusan Pemkot Surabaya yang selama ini sudah melarang karaoke beroperasi dipandang sudah tepat. “Kalau bulan puasa ditutup karena menghormati ramadhan, dan itu (ditutup) sudah benar, memang harus ditutup tidak boleh operasi,” tegasnya. (hdi/cn02)












