Kedua, terkait pembahasan Raperda Pengembangan pesantren. “Dari masukan tokoh-tokoh pondok pesantren, kami usul supaya Perda ini nantinya hanya bersifat fasilitasi saja tentang kepesantrenan karena khawatir privasi kiai terganggu,” katanya.
Ketiga, PKS akan memperjuangkan gelar kepahlawanan nasional bagi Syaikhona Mohamma Kholil Bangkalan. “Syaikhona Kholil merupakan pelopor gerakan kebaikan moral bangsa. Bahkan menjadi inisiator pembentukan ormas keagamaan terbesar yaitu Nahdlatul Ulama,” terang Dwi.
Selanjutnya, keempat PKS juga prihatin karena program BLT (Bantuan Langsung Tnai) dihapus oleh Kemensos padahal masyarakat masih sangat membutuhkan. “Kami tentu berharap bisa diprioritaskan kepentingan kaum dhuafa, sehingga BLT jangan sampai dihapus,” katanya
Terakhir, PKS Jatim juga berharap pemerintah segera memperbolehkan pembelajaran tatap muka karena para orang tua atau wali murid sangat berharap sekolah bisa dibuka kembali dengan tetap memenuhi prokes. Selain itu berharap Pemprov Jatim memperbanyak pendirian SMA/SMK di daerah yang sistem zonasi PPDB-nya masih kosong.



