Cakrawala EkonomiCakrawala PasarCakrawala SurabayaHeadlineHumanioraIndeks

Cara Pemkot Bangkitkan Ekonomi, dari Pameran UMKM Virtual Hingga Wajibkan Istri Pejabat Beli Produk UMKM

×

Cara Pemkot Bangkitkan Ekonomi, dari Pameran UMKM Virtual Hingga Wajibkan Istri Pejabat Beli Produk UMKM

Sebarkan artikel ini

Bahkan, untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, undangan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 09.00 Wib yakni, ibu serta istri kepala OPD, sesi pukul 13.00 Wib yaitu istri camat se-Surabaya.

“Kita bantu UMKM kita ya ibu-ibu. Makanya saya wajibkan membeli minimal satu batik dan satu kerajinan tangan bisa tas atau aksessoris yang lain. Untuk istri kepala OPD bisa beli dua bajunya kembaran sama suami. Nanti kami akan foto,” ungkapnya.[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Berita Lainnya :” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”4″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”recent_posts” orderby=”rand”]

Sementara itu, Kepala  Dinas Disperindag Kota Surabaya Wiwiek Widayati menambahkan, rencananya total yang pelaku UMKM yang terlibat pada acara pameran virtual  berjumlah 154 UMKM. Dari angka itu, terdiri dari 154 kelurahan dimana setiap kelurahan mengirimkan satu perwakilan dengan menjual kuliner, fashion dan kerajinan tangan.

“Karena ini adalah perdana. Jadi nanti akan ada acara serupa sehingga bagi UMKM yang belum mewakili bergilir nantinya. Persiapannya juga kita pastikan kualitas dan legalitasnya,” ungkapnya.

Tidak disangka, para undangan yang hadir sangat antusias mereka setelah membeli lalu berikutnya sesi foto. Alhasil, Wiwiek menghitung, hasil penjualan hari ini mencapai Rp 37 juta.

“Tidak hanya kepala OPD tetapi stafnya juga ada yang membeli. Tentunya harapan kami penjualan saat pameran virtual lebih banyak lagi,” papar dia.

Salah satu undangan bernama Shinta Setia mengungkapkan kegiatan ini merupakan alternatif untuk membangkitkan ekonomi di Kota Pahlawan. Bahkan, menurut dia produk yang dijual pun  mengikuti fashion terkini dengan kualitas yang dapat bersaing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *