Cakrawala PolitikIndeks

PDI Perjuangan Jatim Tanam Pohon dan Bersih-Bersih 24 Sungai Di Hut ke 48

×

PDI Perjuangan Jatim Tanam Pohon dan Bersih-Bersih 24 Sungai Di Hut ke 48

Sebarkan artikel ini

Gerakan cinta alam ini, tambah dia, itu merupakan keharusan. Seperti yang dilakukan oleh para Wali Sumber Brantas. Mereka menjaga dan merawatnya.

“Kalau kita kembali kepada cerita-cerita para pinisepuh, embah-embah kita dulu. Ada tempat-tempat pantangan yang kemudian dibangun menjadi sebuah dongeng. Pada hakikatnya, dongeng ini sebenarnya adalah pendidikan luar biasa, agar alam terjaga,” ujarnya.

“Bayangkan kalau tidak membangun sebuah cerita, dongeng, sumber ini pasti sudah habis. Kalau sumber sudah habis kita dapat air dari mana? Ini merupakan kearifan lokal yang membangun sebuah cerita untuk melindungi alam,” terang Kusnadi.

Dia pun mengingatkan, kerusakan alam terjadi karena dua hal: faktor alam dan manusia. Yang paling berbahaya itu kerusakan karena faktor manusia.

Kemudian soal pembangunan. Alam dan pembangunan, sebutnya, sama-sama penting.

“Alam dan pembangunan tidak bisa diperhadapkan. Masalahnya selama ini pembangunan seringnya tidak memperhatikan daya dukung alam. Itu yang tidak benar,” tegas Kusnadi.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno menambahkan, penyadaran masyarakat dengan mengajak untuk mencintai alam lingkungan adalah sikap manusia Indonesia dalam berbagai aspek perilaku termasuk didalamnya berdoa kepada Tuhan (dalam bentuk ritus, ruwat, selamatan dan lain-lain).

Dan secara fisik, tambah perempuan yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini, mempunyai kewajiban mutlak merawat alam yakni udara, air dan tanah demi kelangsungan hidupnya kini dan generasi selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *