Eri mengawali doa dengan membaca salawat untuk Nabi Muhammad SAW. Eri membaca salawat munjiyat, yang kerap dibaca untuk menghilangkan kesusahan, memudahkan urusan, terhindar dari bencana, dan menerangkan hati.
“Allahumma shalli wasallim wabarik ‘ala sayyidina Muhammadin sholatan tunjina biha min jami’il ahwali wal afat, wataqdilana biha jami’il hajat, watutohhiruna biha min jami’is syayyiat, watarfa’una biha ‘indaka a’lad darojat, watuballi ghuna biha aqshol ghoyat min jami’il khoiroti fil hayati waba’dal mamat,” Eri membuka doa.
Kemudian mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu membacakan doa yang merupakan Ratibul Haddad, kumpulan lafadz ayat Alquran, zikir, dan doa yang disusun al Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad dari Yaman, negeri para habib, di mana bacaan doa yang dibaca merupakan ijazah yang diberikan Nyai Hj Ainur Rohmah, sesepuh Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).



