Sekretaris Baguna Jatim dr Bayu Utoro menambahkan, materi Diklatsar bagi personel Baguna PDIP Jatim lebih banyak menggunakan metode praktik, selain pertemuan dalam kelas.
“Porsinya lebih banyak praktik, seperti memahami cedera atau luka akibat bencana dan bagaimana melakukan pertolongan awal, lalu materi run swim run yang hampir setiap hari dilakukan, juga soal cara-cara pertolongan di perairan, dan lainnya,” terang dr Bayu.
Dari Diklatsar ini, lanjut Bayu, akan dibentuk setidaknya dua tim Baguna Jatim yang berkemampuan lebih dalam membantu penanganan bencana. Mereka akan siap ditugaskan langsung ke lokasi bencana, baik di Jatim, maupun di daerah lain.
“Lewat Diklatsar ini, kami memilih personel dengan skill terbaik yang akan masuk tim gerak cepat Baguna Jatim,” ujarnya.












