Pria yang akrab di sapa gus ipul ini menjelaskan, konsekuensinya bakal terjadi antrian pasien cukup banyak, padahal kapasitas penerimaan pasien baik di rawat jalan maupun rawat inap terus ditambah.
Bahkan banyak pasien rujukan BPJS yang diterima Soetomo sebenarnya bisa ditangani di RS tingkat B/C yang berada di tiap Kab/Kota.
“Hal ini akan segera kita bicarakan dengan BPJS, agar tidak mudah memberikan rujukan ke Soetomo. Intinya sistem rujukan ini harus berjalan dan diperbaiki. Selain itu BPJS seharusnya juga memberikan tarif yang sesuai, sehingga RS tidak mengalami kerugian ,” tegasnya saat mengunjungi Nurhayati pasien anak asal Jember yang menderita perut yang membesar, selasa (23/01).
Ia berharap, masyarakat juga ikut berperan aktif dalam kegiatan promotif maupun preventif, sebab tindakan ini lebih penting daripada sekedar kuratif.












