Agus menambahkan, yang pasti rencana pembangunan transportasi publik berupa trem maupun monorel di Surabaya sudah sejalan dengan program pemerintah pusat yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019.
Dalam RPJMN itu, lanjut Agus, dijelaskan bahwa target penyelesaian masalah tansportasi perkotaan diprogramkan dengan pembangunan kereta api perkotaan berbasis rel dengan panjang jalur 1998 kilometer secara nasional.
“Nah, Surabaya kota yang siap merealisasikan program pemerintah pusat itu karena kajian sudah dilakukan secara matang,” ungkap alumnus ITS ini.(mnhdi)












