Urusan kebencanaan, terang Kusnadi, menjadi perhatian khusus partainya. Apalagi pada 2019 lalu, kemarau panjang menyebabkan 22 daerah di Jawa Timur mengalami kekeringan sehingga banyak warga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Demikian pula soal banjir dan tanah longsor yang masih terjadi di beberapa tempat saat musim hujan.
UMKM juga menjadi topik pembahasan tersendiri. Sebab di Jawa Timur, UMKM khususnya pada usaha makanan dan minuman menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun masih butuh penguatan agar lebih berdaya saing tidak saja pada tingkat lokal, tetapi diharapkan hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Tema-tema kerakyatan seperti itu lebih banyak mewarnai pembahasan dalam rakerda. Sebab bagi PDI Perjuangan, bagaimana setelah kekuasan di eksekutif dan legislatif berhasil diraih, maka mesti digunakan untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan politik yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas pria yang juga Ketua DPRD Jawa Timur ini.












