Semua aktivitas tersebut, kata Sabar, tidak satupun yang melibatkan Eri Cahyadi. “Kenapa Pak Eri diserang? Apa karena takut saingan? Apa grogi sama calon yang didorong warga Surabaya sendiri?” katanya.
Cak Sabar juga mengkritik pernyataan Mahfudz yang sama sekali tidak mencerminkan kesantunan publik. Dalam pernyataan anggota dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dikutip banyak media tersebut, dia mengatakan.
“Kalau nanti Eri Cahyadi mendapat rekomendasi partai untuk maju sebagai cawali, apa perlu dikepruki cangkeme.” ujar Cak Sabar menirukan ucapan Mahfudz.
“Tidak pantas seorang anggota dewan yang terhormat mengatakan itu. Seharusnya beliau memberi contoh komunikasi politik yang baik. Bukan malah mengumbar emosi seperti ini,” kata Cak Sabar yang merupakan salah satu inisiator Kampung Lawas Maspati tersebut.
Hal yang sama diungkapkan Cak Gembos, warga Sawahan. Dia mengatakan bahwa spanduk dan brosur adalah gerakan warga.
“Kami menggunakan hak politik kami untuk memilih calon kami. Kenapa mereka yang marah?” katanya.












