Gus Afif menambahkan, pembubaran ormas-ormas yang memiliki ajaran radikal yang sudah dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu, tidak berimbas pada adanya gebrakan di sejumlah daerah untuk menertibkan pada ASNnya yang terlibat dalam organisasi tersebut. Termasuk, kata dia, di Surabaya.
”Ini menjadi gunung es lagi, yang sewaktu-waktu akan kembali meletus,” katanya.
Untuk itu, kata dia, PC GP Ansor Surabaya menantang setiap kandidat yang akan maju dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang untuk menandatangani Pakta Integritas menolak dan siap membersihkan faham-faham radikal, terutama terhadap ASN-ASN yang terlibat dalam organisasi yang dilarang pemerintah.
”Kami tantang mereka, berani menandatagani Pakta Integritas menetang paham radikal apa tidak, sebab ini jadi cerminan dalam mengelola Surabaya ke depan,” katanya.












