Subairi juga menyebut khusus untuk maskot, pihaknya bakal mengaplikasikan ke berbagai media peraga.
Sementara itu, Wahyu Kokang, Koordinator Tim Juri mengatakan, ada 34 peserta lomba maskot dari seluruh Jatim. Hal Ini menunjukan Surabaya sangat menarik desainer dan pembuat maskot di Jatim.
“Kami memang menantang peserta untuk memunculkan ciri khas Surabaya. Ada semanggi, bambu runcing bahkan bung tomo. Namun yang terbanyak adalah Sura dan Baya,” katanya.
Wahyu menegaskan pula bahwa inilah kenapa tim juri kemudian memilih ikon sura dan baya. Pengalaman pilwali sebelumnya maskot yang terpilih susah ketika diaplikasikan ke dalam media lain seperti boneka dll.
“Pemenang ini memenuhi beberapa kriteria, simple dan ada kesan lucunya, jadi cukup menarik,” katanya.
Untuk pemenang lomba maskot diraih, Siska Wahyu Prasetyani dari Nganjuk.












