Tentunya hal tersebut, lanjut Umi adalah upaya Dwi Agus dalam membangun trust, membangun kepercayaan publik melalui layanan kepolisian yang semakin terbuka, profesional dan modern.
Masih dengan Umi, saat kepemimpinan Dwi Agus, jajaran kepolisian juga sangat proaktif dalam membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat seperti pemberian air bersih di desa-desa yang mengalami kekeringan, menyediakan tenda darurat sebagai ruang belajar siswa SD di Dukuhwaru akibat diterjang angin puting beliung. Pun juga saat terjadi kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet.
“Pak Dwi Agus dengan sigap menerjunkan anggotanya untuk serta memadamkan api disana. Beberapa kali juga kita menggelar operasi gabungan untuk mencegah penyakit di masyarakat, hingga Satgas Pangan saat menjelang tahun baru,” pungkasnya. Tak ketinggalan, hadirnya aplikasi android SiPoci juga berkat kinerja Dwi Agus. SiPoci adalah layanan Polres Tegal dalam menangani pengaduan, gangguan keamanan hingga kriminalitas di masyarakat.
Kini Dwi Agus Prianto resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Polisi Negara Purwokerto. Jabatan baru ini menurut Dwi Agus adalah cita-cita dari almarhum ibunda tercintanya. “Dulu ibu saya menginginkan saya menjadi guru alias kepala sekolah. Alhamdulillah walaupun polisi saya bisa menjadi wakil kepala sekolah. Terimakasih semua jajaran di Kabupaten Tegal telah bekerjasama dengan baik selama masa kepemimpinan saya,” ucap Dwi Agus.












