Suryani mengaku senang dengan adanya SIBF ini dan berharap even seperti ini bisa berkelanjutan. Ditanya soal rencana investasinya, Suryani mengatakan jika proses pembangunan usahanya si Kabupaten Tegal akan dimulai tahun 2020. “Saya mohon dukungannya, semoga segera terealisasi sehingga nantinya bisa menyerap banyak tenaga kerja, menurunkan angka pengangguran sebagaimana arahan ibu bupati, disamping nantinya akan menggerakkan roda pertanian”, katanya.
Tak ketinggalan, sejumlah narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tegal, perwakilan pengusaha dari PT. Winnners dan Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Tengah hadir meramaikan sesi diskusi.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal Taufik Amrozi mengungkapkan dirinya sangat mendukung penyelenggaraan forum investasi ini. Taufik menjelaskan, di tengah kompetisi investasi global ada tiga peluang investasi yang terkategori non tradisional yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Keempatnya adalah investasi di bidang energi baru terbarukan, bidang pemberdayaan perempuan dan pengentasan kemiskinan, dan bidang industri kreatif. (Oka/Dasuki)












