”Dengan ke lapangan kan tahu secara riil kebutuhan masyarakat di bawah. Sehingga, perencanaan kebijakan yang dikeluarkan Pemkot Surabaya memang berasal dari kehendak rakyat,” ujarnya.
Lagipula, lanjut Seno, pejabat Pemkot Surabaya yang rajin turun ke lapangan adalah bagian dari tim birokrasi yang bekerja dalam sebuah sistem.
”Kan Bu Risma tidak mungkin bekerja sendiri. Beliau punya tim. Mereka turun ke lapangan karena membantu Bu Risma. Jadi bukan offside seperti ditudingkan oleh Pak Imam Syafii, dan tidak pas jika dikaitkan dengan Pilwali Surabaya,” terangnya.
Seno meminta wacana politik dibangun berdasarkan data, bukan hanya asal kritik karena asumsi atau sentimen.
”Sekarang begini, data dan faktanya kan rakyat cinta gaya bekerja Bu Risma yang kemudian diikuti oleh seluruh pejabat Pemkot sampai lurah. Lalu kalau datanya bicara bahwa rakyat senang dengan pejabat turun ke lapangan, masak kita malah mengingkari suara rakyat, masak ada politisi ingin menjauhkan pejabat publik dengan rakyatnya?” kata Seno.
“Pokoknya anak-anak muda di Surabaya siap berada di belakang Bu Risma,” terangnya.












