Dalam amanatnya, Bupati Thoriq menyampaikan para santri tidak hanya diajarkan tentang keagamaan keislaman, tetapi juga diajarkan ikut berjuang angkat senjata melawan penjajah di era zaman kemerdekaan Republik Indonesia.
“Itu artinya santri punya sumbangsih untuk kemerdekaan negara Republik Indonesia,” katanya.
Dengan demikian, lanjut dia, jangan sekali-sekali ada orang yang ingin mengubah NKRI dan Pancasila, karena semua tidak rela negara diubah oleh sistem yang akan merusak Indonesia.
“Para santri harus melawan siapapun yang coba-coba mengganggu Indonesia dan mereka akan berhadapan dengan santri,” ujarnya.












