Menurut Budi, jumlah itu masih akan terus bertambah, mengingat hingga kini kekeringan masih berlangsung di Pamekasan dan belum ada tanda-tanda akan turun hujan
Berdasarkan data BPBD setempat, sedikitnya 212.321 jiwa di Kabupaten Pamekasan kini terdampak kekeringan pada musim kering yang terjadi pada kemarau kali ini.
“Ke-212.321 jiwa ini terdiri dari 71.032 kepala keluarga yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Pamekasan,” kata Kepala BPBD Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus.
“Jumlah dusun yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih sebanyak 325 dusun,” kata Firdaus, menjelaskan
Sebenarnya, sambung dia, jika dilihat dari jumlah desa, kasus kekeringan dan kekurangan air bersih yang melanda Pamekasan kali ini sama dengan tahun lalu.
“Tahun lalu, desa yang mengalami kekeringan juga 80 desa. Tapi, berbeda sebarannya. Tahun ini sebarannya lebih luas, meskipun jumlah desanya sama,” ujar Firdaus.
Ia menjelaskan, pada kemarau 2018, jumlah dusun yang dilanda kekeringan dari 80 desa yang tersebar di 11 kecamatan itu, hanya 310 dusun. Tahun ini sebanyak 325 dusun.












