Cakrawala Hankam

Latihan Menembak Sambil Momong Anak Jadi Motivasi Raih Prestasi

×

Latihan Menembak Sambil Momong Anak Jadi Motivasi Raih Prestasi

Sebarkan artikel ini

Gadis kecil itu memang bukan sedang latihan menembak, ia ikut ibunya yang tengah serius latihan menembak untuk persiapan kejuaran menembak yang digelar dalam waktu dekat. “Ini Syafira Lateefa Az Zahra, putri kesayangan Saya yang masih berusia 9 bulan,” ujar Letda CBA (K) Yuni Caturwati dari Satuan Jasmani Kodam V/Brawijaya yang menjadi atlet menembak senior TNI AD.

“Putri saya ini sudah terbiasa saya bawa ke lapangan tembak semenjak usia 3 bulan, tentu saja itu dilakukan pada saat hanya angkat beban dan latihan kering, atau di luar latihan resmi, ya karena tugas negara mau tidak mau saya harus siap, tentara itu yang penting siap dulu, dan saya yakin semuanya akan bisa berjalan dengan baik,” ujar petembak TNI AD sejak tahun 2009 silam.

Bagi Yuni yang sudah menggeluti oleh menembak sejak 10 tahun yang lalu itu, kehadiran anak justru bisa menjadi penyemangat. “Semakin lama bukan menjadi beban buat saya dengan membawa momongan ke tempat latihan, malah sebaliknya putri saya ini bisa membangkitkan dan menjadi penyemangat yang luar biasa bagi saya,” ujarnya.

Untuk menjadi atlet menembak, kata Yuni, perlu waktu yang panjang dan latihan yang keras.  Atlet menembak memerlukan konsentrasi yang tinggi  dan harus membiasakan tangannya mengangkat beban berat. Untuk senjata laras pendek atau pistol memiliki bobot kurang lebih 1,5 Kg dan 3 Kg untuk senjata laras panjang. “Kalau bagus, dalam jangka waktu enam bulan bisa langsung menembak. Kalau belum ya latihan tangan naik turun sampai satu tahun, biar terbiasa. Nanti baru ada evaluasi,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *