Dijelaskan, angka perceraian untuk seluruh Asia Pacifik, terbesar terjadi di Indonesia sekitar 285 ribu/ tahun. Dari data tersebut, sebanyak 93 ribu terjadi di Jatim, yang terinci dari : 61 ribu kasus isteri yang menceraikan suaminya, sedangkan laki-laki yang menceraikan isterinya hanya 32 ribu, padahal yang rajin menghadiri pengajian ibu-ibu. Sekitar 45 % dari 93 ribu penyebabnya adalah motif perselingkuhan.
“Di bulan Ramadhan sekarang ini sangat relevan untuk mengembalikan kemuliaan keluarga. Wanita yang baik, isteri yang solichah, dan suami yang soleh, sesudah taat kepada Allah, dia menjaga kehormatannya seperti Allah menjaga kehormatan dirinya. Karena manusia diciptakan lebih baik dari semua ciptan Allah. Tetapi karena sikap dan perilaku kita sendiri yang merubahnya, maka Ramadhan ini merupakan kesempatan yang baik untuk nge-charge kembali,” tuturnya.
Usai Tadarus dilanjutkan dengan sholat Dhuhur berjamaah. Setelah ibu-ibu mendapat bingkisan dari Ketua DWP Setda Prov Jatim berupa bahan pokok berupa minyak, gula, dan otak-otak bandeng untuk Ta’jil (buka puasa) bersama keluarga di rumah masing-masing.(mnhdi)












