Arifudinsyah menambahkan, jika dibuka rute penerbangan internasional langsung ke Banyuwangi dan Sumenep, maka kemungkinan angka kunjungan wisman ke Jawa Timur pun dapat meningkat. Pasalnya, sektor pariwisata di Jatim masih mengandalkan turis asing. Seperti diketahui, meskipun harga tiket pesawat untuk rute-rute domestik sudah mulai turun, ternyata masih belum bisa menggenjot kunjungan wisatawan ke Jawa Timur.
Apalagi ketika harga tiket pesawat melambung cukup tinggi beberapa waktu lalu, rupanya industri pariwisata di Jatim pun sangat terpengaruh. “Penurunannya sampai 50 persen,” ujarnya. Di sisi lain, harga tiket pesawat untuk rute internasional atau ke luar negeri justru relatif murah dan stabil.
Oleh sebab itu, Arifudinsyah berpendapat bahwa pemerintah dan para pelaku industri pariwisata seharusnya mampu memanfaatkan celah tersebut. “Kami juga sedang menyiapkan Banyuwangi untuk menjadi pintu masuk ke Jatim lewat penerbangan Kuala Lumpur-Banyuwangi,” bebernya.



