Pada hasil penilaian tersebut, Afif dinyatakan tergolong individu yang mampu menyelaraskan seluruh kategori penilaian dengan baik, dan hal tersebutlah yang membuat Afif akhirnya dapat menjajaki podium Pilmapres tahun ini. Baginya, Semua finalis memiliki profil yang sangat baik. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara satu finalis dengan yang lainnya, karena memang seluruh finalis merupakan wakil terbaik yang sudah diseleksi dari masing-masing universitas.
Untuk ke depannya, Afif akan berfokus pada peingkatan kapabilitas diri dalam pengalaman profesional dan mengembangkan jaringan. Beberapa kegiatan pengembangan diri seperti Young Leaders for Indonesia by McKinsey & Company menjadi langkah strategis yang akan ia ikuti. Selain itu, Afif juga berniat untuk membagikan pengalaman dan prestasi yang ia dapat melalui kegiatan positif seperti seminar, workshop, dan lainnya.
Tidak lupa, Afif turut mengucapkan terima kasih bagi sivitas akademika ITS khususnya kepada dosen pembimbing dan seluruh pihak yang membantu pada proses Pilmapres ini. “Saya rasa ini bukanlah hanya penghargaan individu untuk saya pribadi, karena memang banyak sekali pihak yang membantu untuk kelancaran dalam seluruh prosesnya,” tuturnya.
Di akhir, Afif berpesan untuk selalu menyeimbangkan kemampuan intarkulikuler, kokurikuler, dan ekstrakulikuler. Raih predikat yang baik bagi sisi pencapaian akademik dan nonakademik. Karena, menurutnya, apabila bisa unggul pada ketiga bidang tersebut, soft skills dan hard skills yang mumpuni dan seimbang dapat diraih. “Semoga penghargaan ini mampu untuk mengharumkan nama baik ITS dan mencetak generasi-generasi berlian selanjutnya,” pungkasnya. (wan/jnr/hjr)












