Angka pengangguran, katanya, berdasarkan data Disnaker Kota Malang, pada tahun 2019 ini turun menjadi 6,9 persen atau sekitar 7.000 orang. Sedangkan tahun lalu angka pengangguran masih di angka 7,2 persen.
Supranoto mengemukakan, data angka pengangguran tiap lembaga berbeda-beda tergantung metode survei yang digunakan. Ia mencontohkan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei terakhir menyebutkan angka pengangguran Kota Malang mencapai sekitar 29 ribu, karena BPS menghitung secara keseluruhan angka produktif termasuk mahasiswa. Sedangkan data yang direkapitulasi Disnaker, kata dia, angka pengangguran tercatat 7 ribuan.
“Kami mengambil data dari warga Kota Malang asli, bukan warga yang menetap sementara,” katanya.
Ia menjelaskan, turunnya angka pengangguran dilakukan dengan berbagai skema yang efektif, seperti program pelatihan kepada para calon tenaga kerja maupun para pencari kerja (kartu kuning).












