Sementara itu, 40 persen kuota disediakan bagi Kelompok III yang diperuntukan bagi pendaftar regular yang memiliki nilai UTBK. Pada kelompok I sampai III, biaya pendidikan atau UKT hanya sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 7,5 juta tiap semester, tergantung dari pendapatan orang tua mereka.
Sedangkan pada kelompok IV yang merupakan program Mandiri, biaya pendidikannya sebesar Rp 7,5 juta tiap semesternya dan ditambah SPI sebesar Rp 50 juta yang hanya dibayar sekali ketika registrasi ulang. Pada kelompok itu juga tersedia kuota 30 persen dan juga hanya menggunakan nilai UTBK.
Ini memang baru kali pertama terdapat jalur khusus bagi lulusan SMK pada program Vokasi ITS. Sigit menjelaskan bahwa sebenarnya SMK adalah pendidikan vokasi di tingkat menengah dan sudah sewajarnya mereka diberi porsi khusus jalur prestasi. “Lulusan SMK sudah banyak yang masuk Vokasi selama ini dan terbukti mereka bisa berprestasi seperti halnya siswa dari SMA,” tandasnya.
Menurut Sigit, jalur prestasi SMK dan non SMK memang bertujuan mendapatkan calon mahasiswa yang punya prestasi, baik akademis maupun nonakademis. Karena itu, siswa dengan prestasi perlu dihargai secara khusus. “Selanjutnya dapat diharapkan nanti setelah menjadi mahasiswa Vokasi prestasinya bisa lebih meningkat,” ujarnya.
Sigit menegaskan bahwa setelah diterima di Fakultas Vokasi ITS, mahasiswa yang tidak mampu juga dapat mengajukan beasiswa bidikmisi. Mengenai besar kuotanya akan ditetapkan pemerintah nantinya. Untuk informasi lengkap tentang pendaftaran masuk ITS melalui jalur PKM, Vokasi dan Kelas Internasional ini bisa dilihat di laman smits.its.ac.id. (jnr/wan/mad)












