Menurut Riries penelitian alat robot itu telah didaftarkan hak paten, dengan adanya hak paten dapat dengan mudah perbanyak produksi. Bukan hanya itu, penelitian tersebut telah bekerja sama dengan tim rehab medic Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) untuk uji coba alat langsung kepada pasien. Dan juga bisa dijual pada masyarakat umum karena baginya alat tersebut tidak berbahaya.
”Hak patennya, tinggal menunggu uji substansi saja jika sudah kita bisa kerja sama dengan perusahaan besar,” terangnya.
Dengan adanya penelitian itu, diharapkan bisa membantu dunia kesehatan, terutama pada pasien. Dengan diproduksi, misal bisa mengurangi biaya pasien dan membantu rumah sakit dalam rehab medik yang lebih efisien. (jnr/wan/mad)












