Selain untuk menggali potensi seni anak-anak muda Surabaya, teater yang melibatkan 30 pemain itu juga sebagai ajang regenerasi pemain teater di Surabaya. BMS tak ingin seni teater di Surabaya punah karena tak adanya estafet pemain.
“Disini pemain senior dan junior bisa bermain bersama dalam satu panggung, pemain senior dapat menularkan ilmu kepada juniornya, sehingga dapat lebih memotivasi bermain teater,” tukas Heroe.
Sementara itu sutradara ‘Pernikahan Darah’ Wally Sherdir mengungkapkan, pemain muda di Surabaya memiliki potensi luar biasa. Mereka dapat tumbuh menjadi pemain teater yang gemilang apabila disiplin dan tak malas berlatih.
“Potensinya ada, tapi mereka harus disiplin dan jangan berhenti berlatih terutama dalam mengolah tubuh. Saya ingin mereka berani tampil dan masyarakat mengapresiasi mereka,” tukasnya saat dijumpai dalam kesempatan yang sama.











