Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser sebelumnya mengatakan surat edaran Dinas Pendidikan Surabaya itu bagian dari antisipasi ini dengan meilihat situasi politik yang berkembangan pada 22 Mei.
Kebetulan, lanjut dia, para siswa SD dan SMP sudah selesai mengikuti ujian akhir semester sehingga hanya diberikan tugas dari sekolah untuk belajar di rumah pada 22 Mei. Selain itu, kata dia, anak-anak dharapkan bisa bersama dengan orang tua pada tanggal tersebut.
Menurut dia, keputusan tersebut diambil berdasarkan pada pertimbangan agar petugas keamanan di Kota Surabaya bisa lebih fokus menjaga keamanan di beberapa titik. “Biar konsentrasi petugas tidak melebar kemana-mana. Maka anak-anak diliburkan satu hari,” ujarnya. (ant/wan)












