Ada beberapa hal yang diharapkan oleh Thariq, sapaan akrab pejabat ini, untuk dapat berkolaborasi dengan ITS. Salah satunya terkait pengembangan smartcity. Ia memaparkan bahwa Lumajang memiliki industri penambangan pasir sebagai pemasukan yang cukup besar lewat sumber daya alam.
Sayangnya, menurut Thariq, Kabupaten Lumajang masih mengalami kesulitan dalam memonitoring kegiatan tersebut. Lewat kolaborasi dengan ITS terkait smartcity, ia berharap pengambilan data penambangan di lapangan dapat dilakukan dengan akurat. “Sehingga kami dapat memonitori dan mengetahui secara pasti lalu lintas pasir yang keluar dari Lumajang,” lanjutnya, Rabu (22/5)
Selain itu, ia juga menginginkan adanya kolaborasi dalam hal pemanfaatan teknologi tepat guna dalam meningkatkan nilai jual sektor pertanian di Lumajang. Sektor lain seperti tata kelola kota, sampah, pariwisata serta pengembangan sumber daya manusia turut diperbincangkan terkait ranah kolaborasi Lumajang – ITS ini.












