Pada kesempatan peninjauan tersebut Gubernur Khofifah juga memastikan bahwa bahan pangan di Jatim jelang lebaran sampai pasca lebaran dalam kondisi bagus. Gubernur menemui adanya penurunan harga komoditas cabe rawit, dimana harganya mulai Rp. 5.000 – Rp. 8.000 per kg. Penurunan harga tersebut disebabkan over supply komoditi cabai rawit di pasaran.
“BUMD Pangan merupakan gagasan yang disampaikan oleh Universitas Brawijaya (UB). Tujuannya, dengan adanya BUMD Pangan adalah agar pemerintah bisa melakukan intervensi harga terhadap komoditi pangan bagi para petani saat terjadi over supply,” ujarnya.
Dengan melakukan intervensi, lanjutnya, komoditi pangan tertentu harganya akan terpantau dan tidak mengalami penurunan maupun peningkatkan yang signifikan. Sebagai contoh adalah cabai rawit yang mengalami penurunan cukup signifikan. “Sampai malam tadi, BUMD Pangan masih kita godok dan dirapatkan agar memberikan dampak yang bagus bagi para petani,” ungkapnya.












