“Terkait tanggal 22 Mei, kami ajak masyarakat Jatim untuk ikut jaga NKRI. Kami tahu di media sosial luar biasa ajakan ke Jakarta. Dan ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi. Kami himbau warga Jatim untuk tidak ke Jakarta. Jangan terpengaruh,” imbaunya.
Alumnus Akpol 1987 ini menegaskan akan melakukan sweeping di sejumlah terminal dan stasiun, baik di Surabaya maupun di sejumlah Kota lainnya di Jatim. Jika ditemukan ada penumpang yang membawa senjata tajam, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.
Bahkan pihaknya bersama Pangdam V Brawijaya sepakat apabila mereka memaksakan diri untuk berangkat, akan dilkukan penangkalan ataupun pencegahan. Kegiatan cukup di Jatim, terkait kapan dan tempatnya, pihaknya akan menyiapkan, menjaga dan mengamankan. Jadi tidak perlu bergabung ke Jakarta.












