Menurut Gubernur, saat ini tidak hanya di Indonesia yang menjelang diadakannya Pemilu 2019, tetapi di seluruh dunia yaitu gencarnya berita – berita pasca kebenaran (post truth) muncul berita – berita bohong yang terus menerus disampaikan di media massa, sehingga kabar tersebut dianggap benar oleh masyarakat yang pada akhirnya melahirkan semburan – semburan kebohongan (firehose of falsehood) yang sangat membahayakan persatuan dan kesatuan.
Untuk mencegahnya, salah satunya dengan mengajarkan jiwa kepemimpinan sesuai dengan junjungan Nabi Muhammad SAW mulai dari siswa TK hingga perguruan tinggi. “Waspada dengan selalu berdzikir, bersholawat, mudah-mudahan Jawa Timur menjadi provinsi yang aman, nyaman, dan lebih baik,” pungkasnya melalui siaran pers Humas Setdaprov Jatim.












