“Kami senang sekali jika hal ini dilakukan di Jatim. Di tengah keterpurukan harga gula di Jatim yang kalah bersaing dengan gula impor. Kami yakin, itu bisa menambah kesejahteraan petani tebu di Jatim,” ujar Anggota Komisi B DPRD Jatim, Yayuk Puji Rahayu di DPRD Jatim, Senin (1/4).
Menurut Yayuk, kualitas tebu lokal di Jatim tentunya tak kalah bagus dari kualitas gula impor yang dibanggakan oleh pemerintah. “Dengan kualitas tebu yang baik, tentu tetes tebunya juga bisa dimaksimalkan untuk pengembangan bahan bakar bioethanol,” tegas Yayuk.












