Cakrawala EkonomiIndeks

Ingin Kembalikan Kejayaan Pertanian Tembakau Jatim

×

Ingin Kembalikan Kejayaan Pertanian Tembakau Jatim

Sebarkan artikel ini

“Memotong rantai penjualan dengan menjamin penyerapan produksi dan kepastian harga sesuai kualitas,” kata Hananto.

Selain memotong rantai penjualan, pemerintah juga perlu mendorong peningkatan produktifitas dan kualitas tembakau karena adanya bimbingan dan fasilitas dari pihak mitra.

“Kemitraan juga akan memberi pengaruh positif terhadap nilai tambaha atu insentif yang diterima oleh petani dan atau buruh tembakau,” paparnya.

Bagian Kultur
Hananto menjelaskan Undang-Undang Perkebunan Nomor 39 tahun 2014 menyatakan tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis.

Sampai hari ini, kata Hananto, tembakau masih memberikan kontribusi dalam perekonomian.

Tembakau secara kultural juga bermakna bermakna membangun jaringan sosial. “Bahkan menjadi bargain dari kultur bangsa Indonesia,” paparnya.

Indonesia, disebutkan Hananto merupakan negara produsen tembakau terbesar kelima. Di atasnya ada China, Brasil, India dan Amerika Serikat. Tetapi Indonesia memiliki pabrik rokok dengan jumlah terbanyak di dunia.

“Artinya Indonesia adalah salah satu pemasok dan potensi pasar tembakau terbesar di dunia” katanya.

Dia mengatakan petani tembakau sampai dengan hari ini merupakan petani mandiri. Para petani ini tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Bahkan untuk mencari akses kredit saja susah,” paparnya.(hdi/cn4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *