“Saya ingin informasi perkembangan banjir bisa langsung diterima di gadget masyarakat. Sebab Early Warning System selama ini kan masih melalui televisi, padahal waktu melihat televisi jarang,”katanya.
Ia menceritakan bahwa kecepatan informasi terkait bencana khususnya banjir, sebelumnya sudah dilakukan di wilayah DKI Jakarta. Saat itu masyarakat DKI selalu menerima perkembangan informasi tentang banjir melalui ponselnya yang selalu diperbarui infonya oleh operator seluler.
“Kalau informasi tentang bencana itu sudah diupdate juga sangat bantu orang untuk aware, terlepas setuju atau tidak setuju,”tambahnya.












