“Aktivitasnya masih fluktuatif dan tidak berlangsung lama sehingga kemungkinan peningkatan aktivitas Gunung Bromo dipengaruhi dari aktivitas gempa deduksi yang terjadi di selatan Jawa dan bukan aktivitas di dalam gunung api itu sendiri,” tuturnya.
Hendra mengatakan PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menggunakan masker selama berada di kawasan Gunung Bromo karena abu vulkanik sangat membahayakan kesehatan manusia apabila terhirup.
“Abu vulkanis tipis juga sempat mengguyur Pos Pengamatan Gunung Api Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, namun hal tersebut tidak mengganggu aktivitas petugas di sana,” katanya.
Pihak PVMBG, lanjut dia, juga menyampaikan informasi asap yang dikeluarkan oleh Gunung Bromo setinggi ratusan meter ke BMKG dan Kementerian Perhubungan sehingga yang memutuskan apakah hal tersebut aman bagi penerbangan atau tidak adalah kewenangan Kementerian Perhubungan.












