Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tersebut, Gerakan Peduli Sampah tersebut melibatkan pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, dan Dinas Kehutanan, serta sekolah di sekitar Bromo Semeru, termasuk pelaku wisata dari wilayah Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang, dengan jumlah mencapai 576 orang.
Gerakan Indonesia Bersih merupakan salah satu komponen dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016. Momentum HPSN menjadi sangat penting untuk memastikan langkah-langkah percepatan terwujudnya Indonesia bersih.
Pemerintah juga telah menetapkan target untuk sampah dikelola 100 persen pada tahun 2025, dengan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen.
Angka pengurangan sampah sebesar 30 persen tersebut memberikan makna bahwa paradigma pengelolaan sampah memberikan titik tekan pada kebijakan hulu, dengan mindset 3R, yakni kurangi, pergunakan kembali, dan mendaur ulang.












