Berdasarkan komponennya, Yunita mengatakan, deflasi yang terjadi pada bulan tersebut karena pada harga bergejolak atau volatile price mengalami deflasi sebesar -1,30 persen dengan andil 0,25 persen.
Sementara untuk inflasi inti sebesar 0,26 persen, dengan andil 0,15 persen, dan administered price atau harga-harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,06 persen dengan andilnya 0,02 persen.
“Untuk komponen energi (di volatile price) yang terdiri dari BBM dan TDL itu mengalami deflasi 0,28 persen dengan andil -0,03 persen antara lain untuk yang bensin non subsidi yang alami penurunan harga,” imbuhnya.(wan/jnr/ryo)












