Sebagai persiapan, perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur, itu sudah memiliki bus berisi peralatan dan perlengkapan untuk pemeriksaan mencegah penyakit kanker yang bisa menyerang siapa saja, khususnya wanita.
“Saya akan keliling dari satu daerah ke daerah lain, termasuk sosialisasi tentang pencegahan dini penyakit kanker. Kalau ibunya sejahtera, keluarga pasti juga sejahtera,” katanya.
Selama berkeliling, kata dia, tak hanya penyuluhan yang akan dilakukan, tapi pemeriksaan deteksi dini pap smear bekerja sama dengan sembilan dokter untuk melayani 50 orang pasien per minggu. (ant/rur)












