“Kondisi ini juga didukung adanya puncak musim hujan di wilayah Jawa Timur pada bulan Januari-Februari,” katanya.
Pertumbuhan awan Cumolonimbus saat ini juga tumbuh sangat cepat terutama untuk waktu siang, sore dan malam hari. “Sehingga angin dengan kecepatan 40 kilometer per jam terjadi di wilayah Jawa Timur dengan cepat dan sesaat,” katanya.
Potensi terjadinya angin kencang akan berlangsung lima sampai dengan tujuh hari ke depan. “Dampaknya banjir tanah longsor bangunan roboh wilayah laut akan berpotensi gelombang yang cukup tinggi,” ujarnya.(rur)



