Ke depan, kata dia, pihaknya terus mendorong ekspor berbasis manufaktur karena memiliki daya tahan lebih kuat, yaitu tak terganggu gejolak naik atau turunnya harga komoditas.
Di sisi lain, PT INKA sedang mengerjakan kereta pesanan dari Negara Filipina berupa enam rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD), tiga lokomotif, dan 15 kereta penumpang dengan nilai kontrak mencapai 485 juta peso atau sekitar Rp127,3 miliar. Kontrak tersebut didapatkan dari pemerintah Filipina pada awal 2018 melalui lembaga perkeretaapian setempat, Philippine National Railways atau PNR. (wan/jn/mad)












