Selain pupuk organik untuk tanah, kata dia, Petrokimia juga mendorong pemanfaatan pupuk NPK untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Dalam hal ini adalah pupuk NPK Phonska Plus, yaitu produk pupuk non-subsidi retail kemasan 25 kg yang mulai diperkenalkan PG sejak 2016.
“Selain memenuhi unsur hara penting seperti Nitrogen, Phospor, Kalium dan Sulfur, Phonska Plus juga mengandung unsur hara Zink. Ini adalah unsur hara mikro yang tidak ada pada NPK Phonska bersubsidi,” katanya.
Ia mengatakan, untuk penambahan kandungan Zink pada Phonska Plus berdasarkan laporan International Fertilizer Association (IFA) membuat kondisi tanah di Indonesia mengalami defisiensi Zink yang cukup parah.
“Jadi Phonska Plus ini merupakan solusi atas permasalahan tanah yang kami tawarkan kepada petani. Selain dapat meningkatkan produktivitas, penggunaan Phonska Plus juga bisa mengembalikan unsur hara Zink yang saat ini defisit,” katanya.
Sebelumnya, pupuk organik Petroganik juga merupakan solusi yang ditawarkan Petrokimia atas laporan Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor yang menyebutkan bahwa kandungan organik pada tanah Indonesia defisit, yaitu dibawah 2 persen.











