Ketika pertama kali dilantik sebagai bendahara negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005, ada sejumlah prestasi yang ditorehkan oleh perempuan kelahiran Bandar Lampung 26 Agustus 1962 silam itu.
Beberapa di antaranya adalah menstabilkan ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent, menurunkan biaya pinjaman, mengelola utang dengan prinsip kehati-hatian, serta memberikan kepercayaan kepada investor.
Tak ayal, selama kepemimpinan awal di Kemenkeu, sejumlah penghargaan pun disabet oleh lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (S-1) dan Ph.D of Economics di University of Illionis Urbana Campaign, Amerika Serikat (AS) itu.
Karir cemerlang juga diraih Sri Mulyani pada 2002 silam saat ia terpilih sebagai Executive Director IMF mewakili 12 negara di Asia Tenggara. Sejak 1 November 2002, ia mewakili 12 negara anggota SEA Group di lembaga donor itu.
Selain itu, Sri Mulyani tercatat pernah mencicipi jabatan sebagai Kepala Bappenas dan Pelaksana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggantikan Boediono yang saat itu dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.












