Menurut Agus Dono politisi asal Fraksi Partai Demokrat, pihaknya mendukung upaya dari Kemenlu RI untuk menghentikan pengiriman mahasiswa magang tersebut. “ Kami minta dan mendorong agar Kemenlu RI protes ke Taiwan atas perlakuannya terhadap mahasiswa magang asal Indonesia. Ini sangat menyinggung perasaan bangsa Indonesia,” tegas Agus Dono pria asal Malang ini.
Lebih jauh ketua FPD DPRD Jatim ini berharap ke depan pihak Kemenlu RI tak sembarangan untuk mengirimkan mahasiswa magang ke luar negeri. ”Tujuannya memang baik yaitu magang di negara lain untuk menambah kualitas dan kuantitas ilmu pengetahuan dari mahasiswa. Namun, kalau untuk kerja paksa saya kira itu tak manusiawi,” ujar Agus Dono.
Sebagaimana diketahui bersama, ada sekitar 300 mahasiswa magang asal Indonesia berusia di bawah 20 tahun diduga menjadi korban kerja paksa di Taiwan. Mereka diduga kuat diperdaya melalui program magang antara kampus yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan.












