Seorang warga Desa Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Budi menjelaskan kondisi ketinggian air Bengawan Solo yang sekarang surut drastis, tidak sebagaimana biasanya.
Padahal, menurut dia, kebiasaan selama ini ketinggian air Bengawan Solo selama Desember tidak hanya tinggi, bahkan acapkali meluap menimbulkan banjir.
“Selama Desember 2018 ketinggian air Bengawan Solo tidak tinggi, bahkan sekarang surut drastis,” ucap Budi, yang rumahnya di tepian Bengawan Solo itu.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro MZ. Budi Mulyono, mengatakan tidak bisa memastikan banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi merupakan banjir biasa, sedang atau banjir besar.
“Kalau BPBD disuruh memprediksi banjir yang terjadi juga waktunya, ya tidak bisa,” ujarnya.












