Dalam pelaksanaannya, Heru menambahkan, perusahaan akan berkolaborasi dengan banyak pihak yang terlibat dalam Posko Terpadu, yaitu Kantor Otoritas Bandara, AIRNAV, Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI dan Polri, maskapai atau airlines, ground-handling, BASARNAS, dan CIQ. Pasalnya, dalam periode Natal dan Tahun Baru kali ini, diprediksi akan ada pertumbuhan pergerakan, baik penumpang maupun pesawat.
“Dibandingkan dengan masa Natal dan Tahun Baru kemarin, kami prediksi tahun ini pergerakan pesawat tumbuh 7 persen, sedangkan jumlah penumpang naik sebesar 9 persen,” sambung Heru. “Puncak arus mudik penumpang diperkirakan terjadi pada tanggal 22 Desember 2018, sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 3 Januari 2019.”












