“Maka patahan itu jika dilihat secara akademis, itu bisa terminimalisir. Jadi itu yang coba saya lakukan, untuk meminimalisir itu,” ujarnya.
Tidak hanya itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengaku nantinya di lokasi tersebut, bakal dibuat embung atau cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan.
Selain itu, lanjut dia, embung juga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas air di daerah tersebut. “Ada katanya treatment juga dengan membuat sumur-sumur. Jadi ini yang kita coba buat di situ. Nanti embung di situ akan kita itari (kelilingi) dengan hutan kota,” ujarnya.
Terlebih, beberapa jenis pohon yang ditanam di hutan kota itu, berjenis komoditas buah-buahan. Menurut dia, jika nanti musim buah, masyarakat di lokasi tersebut, juga dapat menikmati hasil dari pohon itu.
“Alhamdulillah kalau nanti ini berbuah seperti hutan kota di Balas Klumprik, buahnya juga bisa diambil warga,” katanya.












